
| Nama: | Aishwarya Ganika |
| Tanggal lahir: | 1 Juni 1991 |
| Faceclaim: | Alia Bhatt |
Aishwarya Ganika, seorang wanita yang lahir dan dibesarkan di jalanan berwarna-warni Mumbai, memiliki cinta yang mendalam terhadap kekayaan budaya India. Meskipun dia bekerja sebagai asisten media sosial di Travel Royal Raj, itu tidak menghalangi kecintaannya untuk mengungkapkan keindahan dan keajaiban tanah airnya kepada dunia.Setiap hari, Aishwarya merangkai cerita yang memukau tentang destinasi eksotis, tradisi kuno, dan kuliner lezat India melalui platform media sosial. Dengan kepiawaian dalam menulis dan fotografi, dia menggambarkan setiap sudut India dengan keanggunan yang tak tertandingi, menginspirasi ribuan pengikutnya di seluruh dunia untuk menjelajahi keindahan negaranya sendiri.Namun, pekerjaannya tidak hanya sebatas mengelola konten digital. Aishwarya juga menggunakan platformnya untuk mempromosikan keberagaman budaya India dan memberdayakan komunitas lokal. Dia bekerja sama dengan pengrajin tradisional, seniman lokal, dan pedagang kecil untuk memperkenalkan karya mereka kepada audiens global, menciptakan peluang ekonomi baru bagi mereka.Meskipun perannya mungkin terlihat kecil, Aishwarya tahu bahwa dampaknya dapat menjadi besar. Dengan setiap unggahan yang dia buat, dia membawa lebih dekat dunia pada keindahan dan keajaiban budaya India, sementara juga menyuarakan pesan penting tentang kesetaraan, inklusi, dan empati. Baginya, pekerjaan di Travel Royal Raj bukan sekadar pekerjaan; itu adalah panggilan untuk berbagi cinta dan kebanggaannya terhadap tanah airnya dengan dunia.

| Nama: | Gisela Freiderike |
| Tanggal lahir: | Lüneburg, 2 Oktober 1999 |
| Faceclaim: | Gracie Abrams |
Lüneburg, 2 Oktober 1999.Sebuah kota kecil yang penuh dengan sejarah dan keindahan di Jerman. Lüneburg adalah tempat di mana gadis yang memiliki asma, Gisela Freiderike, lahir dan menghabiskan masa kecil hingga awal masa dewasanya. Di sana, kota kecil ini terkenal karena jalan-jalan bersejarahnya dan menawarkan kehidupan kota yang tenang namun penuh warna. Dari gedung-gedung berarsitektur klasik hingga alam yang indah di sekitarnya, Lüneburg selalu memberikan inspirasi bagi Gisela. Seakan kemampuan otak kirinya lebih banyak, ia pun tumbuh dengan hobi yang senang akan keindahan dan menyalurkannya ke dalam seni. Mengikuti banyak kelas tentang keahliannya sudah biasa ia jalankan. Orang bijak pernah berkata bahwa sesungguhnya dalam menjalani hidup adalah sesuai dengan kesukaan terhadap hal-hal kecil yang dijalankan dalam kehidupannya setiap hari. Well, ia setuju dengan kalimat itu dan menjadi Gisela yang sekarang. Tentu saja, pekerjaan yang dia dapat adalah hal yang dia syukuri karena bertemu dengan teman dan lingkungan yang seru serta terus meningkatkan keterampilannya sebagai social media assistant di Royal Raj, meskipun jauh dari kota kecil kelahirannya yang indah.

| Nama: | Rajif Prakash Ravindra |
| Tanggal lahir: | New Delhi, 1 Mei 1996 |
| Faceclaim: | Bank Thiti |
Rafij Prakash Ravindra lahir dalam keluarga yang kaya akan warisan budaya, dengan akar yang menyentuh dua benua yang berbeda. Kelahirannya menjadi saksi kekayaan perpaduan antara India dan Thailand, mencerminkan perpaduan antara dua budaya yang berbeda namun indah.Ibunya, seorang wanita yang lembut dan penuh kasih, berasal dari tanah Thailand yang subur. Dia membawa dengan dirinya keanggunan dan kelembutan budaya Thailand, serta kearifan tradisional yang telah diteruskan dari generasi ke generasi.Di sisi lain, ayah Rafij adalah seorang pria India yang teguh dan berwibawa, dengan akar yang dalam dalam budaya India yang kaya. Dia membawa dengan dirinya kegigihan, keuletan, dan kebijaksanaan dari tanah airnya yang jauh.Masa kecil Rajif diwarnai dengan kesejahteraan, dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan kasih sayang dan perhatian dari kedua orangtuanya. Mereka tidak hanya mengajarinya tentang budaya dan tradisi mereka sendiri, tetapi juga mendorongnya untuk menjelajahi dan menghargai keindahan kedua negara yang membentuk identitasnya. Sejak muda, Rafij telah menunjukkan minat yang besar dalam memahami dan mempromosikan keindahan budaya. Ketika ia memasuki usia remaja, kecintaannya pada pariwisata semakin berkembang. Ia memutuskan untuk mengejar pendidikan tinggi dalam bidang Pariwisata di salah satu universitas ternama di India.Selama masa kuliahnya, Rafij menggali lebih dalam tentang potensi pariwisata sebagai jembatan untuk memperkenalkan dunia pada kekayaan budaya. Dia belajar tentang manajemen pariwisata, seni dan budaya, serta pentingnya pelestarian warisan budaya dalam industri pariwisata yang berkembang pesat. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Rafij bergabung dengan Royal Raj, sebuah perusahaan perjalanan mewah yang terkenal akan keahlian mereka dalam menawarkan pengalaman wisata yang istimewa. Di sini, Rafij menemukan panggilannya.Sebagai pegawai Royal Raj, Rafij tidak hanya menjadi pemandu wisata yang terampil, tetapi juga duta budaya yang bersemangat.Dengan setiap perjalanan yang dia bimbing, Rafij menyebarkan cahaya dan kehangatan dari warisan budaya yang dimiliki oleh kedua negara yang dicintainya.

| Nama: | Arthur Zhang |
| Tanggal lahir: | Taipei, 1 Januari 1995 |
| Faceclaim: | Zhang Linghe |
Zhang Jùnjié (张俊傑), akrab dipanggil Arthur, merupakan pria kelahiran Taipei tepat pada awal tahun 1995. Arthur menghabiskan masa kecilnya dengan tinggal bersama kedua orang tuanya di Taipei hingga usia 10 tahun, sedangkan Arthur remaja menghabiskan waktunya dengan ikut tinggal bersama kakek dan neneknya. Saat menempuh dunia perkuliahan, Arthur memutuskan untuk menempuh pendidikan S1 di negara tetangga, ia menjadi salah satu mahasiswa Manajemen Bisnis di perguruan tinggi di Singapore.Sebagai putra tunggal keluarga Zhang, tentunya Arthur diamanatkan untuk melanjutkan bisnis keluarga. Namun, ia mencoba peruntungan lain dengan melamar pekerjaan ditempat lain. Saat ini Arthur bergabung dengan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang tour & travel, Royal Raj Company yang berdomisili di India. Ia memegang tanggung jawab sebagai Travel Consultant, yaitu untuk membantu para calon customer dalam menentukan opsi perjalanan mereka. Arthur merasa cukup nyaman dengan lingkungan kerja yang suportif dan dengan rasa kekeluargaan di dalamnya.

| Nama: | Jaefran Galeon Seo |
| Tanggal lahir: | Chungju, 22 Mei 2001 |
| Faceclaim: | Eric Shon |
Berzodiak Gemini, dilahirkan pada tahun 2001 dari orang tua yang memiliki campuran darah Korea dan Jawa. Sejak kecil, Jaefran tumbuh dalam kedua budaya tersebut, menciptakan kekayaan warna dalam pandangannya terhadap dunia. Sebagai anak tunggal, ia merasakan tekanan untuk membuktikan dirinya di tengah perbedaan budaya yang ada di keluarganya.Meskipun kecenderungannya pada seni bela diri terlihat jelas sejak usia dini, Jaefran terkadang merasa terjebak dalam ketidakpastian masa depannya. Setelah lulus dari perguruan tinggi, ia mendapati dirinya menghadapi dunia yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian. Pengangguran, ia mulai merenungkan arah hidupnya.Namun, kecintaannya pada seni bela diri menjadi titik terang dalam kegelapan. Jaefran memulai perjalanan spiritual dan fisik untuk mengasah keterampilannya dalam seni bela diri. Melalui latihan yang tekun, ia menemukan kedamaian dalam dirinya sendiri dan mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang keseimbangan dan harmoni.Saat itu, nasib pun berkata lain. Dalam sebuah kejadian tak terduga, Jaefran menemukan dirinya terlibat dalam situasi yang membutuhkan keberanian dan keterampilan bela diri yang telah ia kembangkan. Dengan keberanian dan kebijaksanaan, ia berhasil mengatasi tantangan tersebut, membuktikan bahwa ketidakpastian tidak selalu harus ditakuti, tetapi bisa menjadi peluang untuk tumbuh.Dari sinilah, Jaefran menyadari bahwa hidup bukanlah tentang mengetahui segalanya dengan pasti, tetapi tentang bagaimana kita menemukan harmoni di tengah ketidakpastian. Dengan semangatnya yang baru ditemukan, Jaefran memulai perjalanan baru untuk menemukan tujuannya, membawa keberanian, kebijaksanaan, dan harmoni di setiap langkahnya.

| Nama: | Cherishe Zhū |
| Tanggal lahir: | Shanghai, 15 Juni 2001 |
| Faceclaim: | Nana Ouyang |
Kota Shanghai menjadi tempat dimana seorang gadis bernama Zhū Xīn Yí dilahirkan. Sejak kecil, Xīn Yí tumbuh dalam keluarga yang sering berpindah tempat, mengikuti pekerjaan ayahnya yang bekerja di berbagai negara. Hal ini membuatnya memiliki pengalaman yang luas dalam berbagai budaya dan tradisi.Di usianya yang ke-5, Xīn Yí dan keluarganya tinggal di Manchester selama 3 tahun. Di sana, Xīn Yí belajar berbahasa Inggris dan membuat nama "Cherishe" atau biasa dipanggil "Cherie" sebagai nama Inggrisnya. Setelah tinggal di Kanada, keluarga Xīn Yí pindah ke Malaysia dan Thailand sebelum akhirnya kembali menetap di Shanghai.Ketika memasuki masa sekolah menengah atas, Xīn Yí kembali ke Shanghai dan melanjutkan pendidikannya di sana. Ia memilih jurusan pariwisata karena impian dan minatnya untuk menjelajahi berbagai negara di dunia. Selama kuliah, Xinyi aktif dalam berbagai kegiatan di kampus dan menjadi anggota klub perjalanan.Setelah lulus dari universitas, Xīn Yí memutuskan untuk mencoba menjadi seorang pemandu wisata dan bergabung dengan perusahaan travel Royal Raj di India. Xīn Yí menikmati pekerjaannya dan merasa bahwa ia dapat menggabungkan dua hal yang dicintainya, yaitu bepergian dan bekerja dengan orang-orang dari berbagai budaya. Selain itu, Xīn Yí juga memiliki kesempatan untuk menjelajahi berbagai tempat di India dan belajar tentang sejarah dan budaya negara tersebut yang kemudian ia bisa berbagi pengalaman-pengalaman menariknya dengan orang lain.

| Name: | Kezia Latisha |
| Date of Birth: | Jakarta, 12 April 2000 |
| Faceclaim: | Aeri Uchinaga (Giselle) |
In the vibrant heart of Jakarta, on April 12th, 2000, Kezia Latisha entered the world, a radiant blend of Indonesian zest and Japanese grace. Born to a diplomat father from Indonesia and a mother from Japan, Kezia's upbringing was a colorful tapestry of cultural influences.Growing up in the bustling metropolis of Jakarta, Kezia thrived in the dynamic blend of traditions and customs that surrounded her. Her parents instilled in her a deep appreciation for both her Indonesian and Japanese heritage, fostering a sense of belonging in two worlds.As fate would have it, Kezia's father's diplomatic career led the family to relocate to India during her senior high school years. The sudden upheaval meant leaving behind her familiar life in Jakarta and embarking on a new adventure in a foreign land. Yet, Kezia's buoyant personality and outgoing nature eased the transition, allowing her to embrace the opportunities that lay ahead.Having attended an international school since childhood, Kezia was no stranger to adapting to diverse environments. In India, she found herself immersed in a kaleidoscope of cultures, where each day brought new experiences and discoveries. Whether it was exploring bustling markets or savoring exotic cuisines, Kezia embraced every aspect of her new surroundings with enthusiasm.Upon graduating from high school, Kezia faced a pivotal decision about her future. Fuelled by her passion for justice and a desire to make a difference, she set her sights on pursuing a degree in law. With unwavering determination, she secured admission to the esteemed National University of Singapore, where she delved into the intricacies of legal studies.During her time at university, Kezia excelled academically, immersing herself in her studies while also actively participating in extracurricular activities. She found fulfillment in moot court competitions, where she honed her advocacy skills and forged lifelong friendships with like-minded individuals.In 2022, Kezia graduated with honors, her heart brimming with a sense of accomplishment and anticipation for the journey ahead. Returning once again to India, she joined Royal Raj Travel as an office assistant, eager to gain practical experience while awaiting an opportunity to pursue her dream job. As she navigated the corridors of Royal Raj Travel, Kezia remained steadfast in her pursuit of excellence.








